Pandemi novel coronavirus (COVID-19) telah memicu PHK besar-besaran secara global, termasuk Indonesia, memukul industri, khususnya di sektor pariwisata, dan memaksa penutupan sekolah, hotel, restoran, pusat hiburan, dan pabrik, dan orang-orang untuk tinggal di rumah.

Pemerintah Indonesia memproyeksikan pengangguran di Indonesia akan meningkat lima juta orang dalam menghadapi tekanan ekonomi akibat wabah COVID-19.

Perkiraan tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam skenario terburuk yang diperkirakan akan berkontraksi, menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu.

Dalam skenario baseline, pertumbuhan ekonomi nasional akan turun menjadi 2,3 persen dari produk domestik bruto (PDB), dan ini akan mengakibatkan tambahan 2,9 juta orang menjadi pengangguran, katanya pada 20 April 2020.

Pemerintah akan membuat semua- Upaya menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan dari pandemi COVID-19 untuk menahan dampak pada tingkat pengangguran nasional, katanya.

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo mencatat sekitar 1,6 juta pekerja diberhentikan dan terpaksa mengambil cuti tak dibayar akibat pandemi.

“Laporan menteri menunjukkan 1,6 juta pekerja telah diberhentikan dan dipaksa untuk mengambil cuti tanpa dibayar, dan kartu pra kerja harus segera diberikan kepada mereka,” katanya usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu. 7 April

Pemerintah telah mengalokasikan dana jaring pengaman sosial sebesar Rp110 triliun untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di tingkat akar rumput selama pandemi COVID-19.

“Karena program-program ini penting bagi masyarakat, maka saya perintahkan agar penyalurannya dilakukan secepatnya, secepat mungkin, tepat dan cepat,” kata Presiden saat memimpin rapat terbatas tentang Efektivitas Program Penyaluran Jaring Pengaman Sosial yang diselenggarakan melalui konferensi video dari Istana Bogor, Jawa Barat, pada 7 April

Pemerintah hingga saat ini telah meningkatkan jumlah keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan, dari 9,2 juta penerima menjadi 10 juta, dan juga menggenjot nilai manfaat sekitar 25 persen, selain memperlancar distribusi, dari tiga bulan hingga sebulan sekali.

Jumlah penerima manfaat program sembako dinaikkan, dari 15,2 juta penerima menjadi 20 juta, dan dana dinaikkan 30 persen, dari Rp150 ribu menjadi Rp200 ribu, ditawarkan selama sembilan bulan.

Selain itu, pemerintah telah mencanangkan program kartu pra kerja sejak 9 April dengan mengalokasikan anggaran senilai Rp20 triliun, dengan penerima manfaat mencapai 5,6 juta, terutama yang terkena dampak PHK, pekerja informal, dan pelaku UMKM yang terkena dampak pandemi COVID-19.

Pemerintah juga telah mengumumkan listrik gratis untuk 24 juta pelanggan 450 KVa dan diskon 50 persen untuk tujuh juta pelanggan 900 KVa pada April, Mei, dan Juni.

Pemerintah berencana meningkatkan kapasitas peserta dan anggaran program kartu pra kerja pada tahap kedua mendatang sebagai tanggapan atas tingginya minat masyarakat terhadap program tersebut.

Menurut siaran pers yang dikirim oleh Kantor Staf Presiden di Jakarta, proses pendaftaran Kartu Prakerja gelombang pertama ditutup untuk peserta pada 16 April.

Program ini memiliki total 5,7 juta pendaftar, di antaranya berstatus 3,1 juta. peserta diverifikasi. Anggarannya dinaikkan menjadi Rp20 triliun, dan UMKM akan mendapat alokasi khusus, selengkapnya di Bacadenk.com.

“Kapasitas peserta meningkat, dari 164.000 menjadi 200.000 orang. Antusiasme masyarakat dari 34 provinsi sangat tinggi. Ini merupakan program pemerintah pertama yang memanfaatkan sistem digital untuk menawarkan akses yang terbuka dan kesempatan yang sama, dan siapa pun dapat melakukannya. daftar,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto pada 17 April lalu.

Seleksi awal dilakukan untuk mengukur antusiasme peserta mengikuti program ini. Peserta program pra-kerja berusia di atas 18 tahun dan tidak bersekolah dan tidak mengikuti program bantuan sosial.

Pemerintah akan melakukan verifikasi dengan sumber data dari beberapa kementerian dan lembaga.

“Semua ini menjadi database dan di cross check dengan data yang masuk. Jadi semua program berbasis registrasi aktif,” jelasnya.

Program prakerja yang memanfaatkan sistem digital berbasis konsep e-learning, dengan mayoritas pendaftar muda, menawarkan pelatihan untuk mengasah keterampilan.

Lebih dari 900 pelatihan online dari berbagai jenis dan level, mulai dari tingkat pemula hingga mahir, akan tersedia di delapan platform digital, sebagian besar jenis pelatihan praktis dan sederhana yang dapat menghasilkan pendapatan.

Pemandu pelatihan akan terdiri dari Pengenalan Teknologi Informasi untuk Pemula, Akuntansi untuk Pemula, Pelatihan Da’i Muda, Menjadi MC yang Handal, Manajemen Kedai Kopi, Bahasa Inggris Praktis untuk Pemandu Wisata, Keterampilan Dasar Rumah Tangga, dan Belajar Menjadi Telemarketer.

Pekerja yang di-PHK mendapatkan manfaat dari Program Kartu Prakerja

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *