PT Bank Tabungan Negara (BTN) mengatakan telah melalui ketidakpastian ekonomi global yang relatif tidak terluka memberikan optimisme yang lebih besar terhadap kinerja yang lebih kuat tahun ini.

Kenaikan suku bunga acuan dan perlambatan ekonomi global yang berkepanjangan tidak berdampak signifikan pada kinerja bisnisnya, kata pemberi pinjaman negara yang terdaftar secara publik.

Di tengah kenaikan suku bunga acuan dan gejolak ekonomi global, kami tetap optimistis mampu membukukan ekspansi kredit di atas rata-rata nasional dengan pendanaan yang kuat, kata Direktur Utama Bank Iman Nugroho Soeko di Jakarta, Senin.

Iman mengatakan pada Juli 2018, BTN mencatatkan secondary reserve senilai Rp14,02 triliun, menambahkan BTN juga memiliki dana pendukung jangka panjang berupa obligasi dan Negotiable Certificate of Deposit (NCD) dengan outstanding sebesar Rp20,95 triliun hingga Juni. 2018.

Ia mengatakan pemerintah dan regulator juga telah membantu menggairahkan sektor properti dengan serangkaian kebijakan yang menambah kepercayaan bank.

Ia melanjutkan, optimisme untuk mencapai target bank tersebut diperkuat dengan peluang peningkatan kredit dengan relaksasi Loan-to-Value (LTV) dan Risk Weighted assets (ATMR) serta penurunan cost of fund dan biaya operasional dari masuknya dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Bank Indonesia, misalnya, telah memulai relaksasi LTV sejak 1 Agustus 2018, katanya seraya menambahkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga berencana melonggarkan sejumlah regulasi seperti dengan merevisi metode penghitungan ATMR, mendorong pendanaan DPR. Kredit Pemilikan (KPR) melalui sekuritisasi, perluasan plafon pembiayaan dengan agunan dan peningkatan koordinasi dengan instansi lain.

Pada semester II tahun ini, BTN akan masuk kembali dalam daftar bank penyalur FLPP yang akan membantu mengurangi beban baik biaya operasional maupun cost of fund, ujarnya.

Dengan berbagai jenis stimulus dan kesiapan bank dalam meraih berbagai peluang bisnis, kami yakin target bisnis yang telah ditetapkan sejak awal tahun ini dapat tercapai, ujarnya.

Ia mengatakan optimisme tersebut juga diperkuat dengan backlog yang masih tinggi di Indonesia, menambahkan KPR masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia untuk memiliki rumah, untuk lebih lengkapnya kunjungi berita bisnis ekonomi untuk mendapatkan berita-berita menarik lainnya.

Data Bank Sentral menunjukkan sebagian besar atau 75,21 persen konsumen menggunakan fasilitas KPR untuk membeli properti residensial, dan 16,13 persen memilih membeli rumah dengan tunai secara bertahap dan 8,68 persen dengan skema tunai.

Oleh karena itu, kami terus melakukan berbagai inovasi dan inisiatif transformasi untuk meraih setiap peluang bisnis yang terbuka. BTN juga akan terus meluncurkan kampanye promosi untuk meningkatkan ekspansi kredit korporasi terutama KPR, kata Iman.

BTN adalah bank pemerintah terkecil yang menawarkan kredit terutama untuk perumahan dan usaha kecil dan menengah.

Gejolak ekonomi global tidak mempengaruhi bisnis: BTN

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *