Anda sering salah kirim barang untuk konsumen?

Sebagai manusia, kesalahan sebenarnya terlampau manusiawi jikalau pernah terjadi. Namun jikalau kesalahan manusia ini berjalan terlampau sering sementara menjalankan usaha, sanggup menjadi hal ini dapat sebabkan kerugian yang fatal. Agar Anda terhindari dari seringnya masalah salah kirim, salah hitung, kurangnya barang yang dikirim, hingga tertukarnya barang yang mesti dikirim pada pelanggan online shop, Ronny Setiawan membagikan kiatnya.

Bagi pemiliki website online shop yang sudah berkarir sejak 2010 ini, salah satu solusi terbaiknya adalah Standar Operasional Prosedur (SOP). “SOP sanggup meminimalisir kesalahan-kesalahan yang sering berjalan dalam usaha online shop. SOP sebenarnya hanya double checking aja. Jika toko yang kami kelola sudah berkembang besar, maka diperlukan hal sistem ini”, jelas pria jebolan Universitas Bina Nusantara ini.

Ronny terhitung sempat memberi tambahan ilustrasi mengenai sistem SOP andalannya ini, “Contoh, sementara orderan sudah dibayar (ditransfer) oleh pembeli, tugas berikutnya adalah mengecek duwit berikut apakah sudah masuk atau belum di rekening kami. Setelah itu, baru dibuatkan nota penjualannya. Nota itulah yang dapat menjadi acuan, dalam mengambil barang dari daerah penyimpanan gudang kami. Kemudian di anggota pembungkusan pihak orang yang membungkus itu pun dapat mengecek terhitung apakah kode barang nya itu sama bersama dengan di nota. Jadi tersedia 2 kali pengecekan sebelum akan isi paket dibungkus, yakni sementara orang mengambil ke gudang, dan yang kedua sementara membungkus Ekspedisi Surabaya Manado “.

“Kami terhitung selamanya bertanya alamat lengkap. Seperti no rumah, no RT/ RW, meskipun kami jelas jikalau kadang di daerah terpencil sebenarnya tersedia tempat tinggal yang tidak miliki nomer-nomer ini. Namun ini mesti dicek bersama dengan detil supaya pihak pengiriman tidak mengembalikan paket kepada kami lagi dan paket cepat hingga pada tujuan yang benar”, malah Ronny.

Standar Operasional Prosedur tidak selamanya dalam pola yang sama. Menurut Ronny seiring bersama dengan berkembangnya perusahaan, maka sistem SOPnya terhitung dapat ikut mengalami perkembangan. “SOP kebanyakan dipakai oleh perusahaan yang sudah besar memang. Sistem ini dapat konsisten menerus berkembang dikarenakan seiring berjalannya sementara terhitung dapat konsisten mengalami evaluasi. Contohnya kami yang sementara itu miliki pembeli pelayanan BBM. Kami sudah buatkan autotext apa saja yang mesti dipakai. Autotext Blackberry, itu adalah salah satu fitur di mana sanggup memudahkan dan mempercepat pengetikan. Jadi dikala pertama kali menegur pelanggan atau sementara pelanggan sudah membayar, kami sudah miliki pola untuk menjawabnya”, jelas pria yang lahir pada tanggal 29 Mei 1989.

Anda sering salah kirim barang untuk konsumen?

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *